Indonesia adalah salah satu Negara yang memiliki populasi kematian anak yang cukup tinggi. Salah satu penyebab kematian yaitu karena tidak memiliki kamar mandi yang layak dan menyebabkan banyak penduduk terutama anak – anak terserang penyakit diare. Selain itu, masih banyak penduduk di Indonesia yang mengalami kemiskinan sampai dengan 70%, sehingga masih banyak anak – anak yang kelaparan dan tidak menjalani pendidikan. Hal tersebut menjadi salah satu masalah yang harus diprioritaskan karena Indonesia memiliki angka kelahiran yang tinggi sehingga jika Indonesia tidak berupaya dalam mengatasi masalah tersebut, maka populasi kematian akan terus meningkat. Kasus tersebut menyebabkan UNICEF tetap melanjutkan kerjasama dengan Indonesia, karena UNICEF percaya bahwa anak – anak diseluruh dunia berhak memiliki pertumbuhan yang layak. United Nations Emergency Children’s Fund (UNICEF) adalah organisasi yang berusaha untuk mempertahankan hak anak dan memberantas kemiskinan yang ada di dunia. Organisasi tersebut berdiri dalam dukungan PBB pada saat berakhirnya Perang Dunia II. Peran UNICEF sangat dibutuhkan karena UNICEF adalah salah satu organisasi yang beroperasi secara global di seluruh dunia dan memberikan pengaruh besar bagi anak – anak maupun wanita di berbagai negara. Awal berdirinya UNICEF yaitu pada saat berakhirnya Perang Dunia II, yang menyebabkan banyak anak – anak yang menjadi korban hingga krisis imigran. Setelah konflik tersebut berakhir, UNICEF berupaya untuk melindungi anak – anak korban perang di Eropa. Konflik tersebut adalah faktor berdirinya UNICEF hingga pada saat ini. Pada tahun 1947 – 1965, UNICEF berupaya untuk mengembangkan program nya di seluruh dunia. Bantuan – bantuan yang diberikan bertujuan untuk melindungi anak, mempertahankan hak anak, menyediakan pelayanan kesehatan, dan melindungi hak manusia dari kekerasan. UNICEF berdiri pada bulan Desember 1946, berlandaskan PBB.
Pada tahun 1946 PBB mengadakan sidang untuk mendirikan UNICEF secara resmi, dengan tujuan dapat melindungi anak – anak di seluruh dunia. UNICEF melakukan kerjasama dengan banyak mitra di seluruh dunia, karena kerjasama yang dilakukan dapat menjadi bantuan. UNICEF telah menjadi salah satu organisasi yang meluas diseluruh dunia, termasuk Indonesia. UNICEF memperluas jaringan secara global dengan melakukan kerjasama di banyak perusahaan besar, distributor obat – obatan, dan perusahaan teknis. UNICEF berupaya untuk menjalin hubungan baik dengan mitra – mitra nya karena peran tersebut sangat penting untuk memperluas program yang akan dijalankan. UNICEF memiliki rekomendasi kebijakan yaitu menjamin pendidikan bagi anak – anak yang tidak memiliki haknya untuk bersekolah khusus nya di wilayah yang tidak berkembang, serta pendidikan yang diberikan tidak dipungut biaya. Selain itu, kebijakan UNICEF juga berupaya untuk melindungi hak anak maupun perempuan dari pelecehan secara fisik maupun mental.
Peran UNICEF sangat berpengaruh di dunia, terutama di Indonesia. Bantuan yang diberikan UNICEF kepada Indonesia pertama kali dilakukan pada tahun 1948. Pada saat itu Lombok mengalami cucaca panas yang ekstrim sehingga menyebabkan kekeringan dan terancam mengalami kelaparan. UNICEF berupaya untuk mencegah para penduduk dari kelaparan akibat kekeringan yang melanda. Pada tahun 1949 tepatnya saat masa kepemimpinan Presiden Soekarno, secara resmi UNICEF dan Indonesia melakukan kerjasama dalam programnya di Yogyakarta, yaitu Dapur Susu. Perjanjian tersebut ditandatangani di Indonesia dan pertama kalinya kedua pihak melakukan kerjasama. Pada tahun 1960, UNICEF berfokus pada kesehatan dan kehidupan yang lebih baik bagi anak – anak dan wanita di Indonesia. Salah satu program UNICEF, yaitu program kesehatan yang dilakukan di 100 desa di Indonesia. Pada saat itu UNICEF dan Indonesia kembali melakukan kerjasama dalam memprioritaskan kualitas hidup anak – anak maupun perempuan
Pada 12 Februari 1965, Indonesia memutuskan untuk tidak melakukan kerjasama dengan UNICEF. Hal tersebut karena Indonesia tidak lagi bergabung menjadi anggota PBB pada tahun 1964 karena PBB memilih Malaysia menjadi Dewan Keamanan sementara. Hingga pada tahun 1966, Indonesia memutuskan untuk menjadi anggota PBB, sehingga perjanjian Indonesia dan UNICEF kembali dilakukan. Perjanjian tersebut ditandatangani oleh Adam Malik yang pada saat itu menjabat sebagai Menteri Luar Negeri dan Brian Jones yang pada saat itu menjabat sebagai Direktur Regional UNICEF Program yang dilakukan yaitu berfokus pada gizi anak dan ibu seperti mengadakan imunisasi, upaya penyembuhan bagi yang memiliki penyakit dan pelayanan kebersihan lingkungan.
Wilayah diberikan pelayanan dilihat berdasarkan angka kematian yang tinggi akibat kemiskinan. Bersama dengan dukungan UNICEF (UNICEF, KRONOLOGI SEJARAH UNICEF DI INDONESIA , n.d.), undang – undang mengenai hak asasi anak akhirnya diterapkan di Indonesia, yaitu dalam UUD 23 tahun 2002. Undang – undang tersebut dikeluarkan karena ketidaksetaraan yang terjadi pada anak – anak terutama di wilayah terpencil. Pada tahun 2000, bantuan UNICEF untuk Indonesia semakin berkembang hingga 65% di seluruh wilayah Indonesia. UNICEF memiliki komitmen yang besar untuk kesejahtraan hidup yang adil agar dapat memberikan perlindungan bagi anak – anak dan wanita di Indonesia. Pada tahun 2010 kedua pihak kembali melakukan tanda tangan perjanjian untuk program Rencana Pembangunan Lima Tahun yang meliputi upaya lingkungan bersih, kesehatan, dan pencegahan HIV/AIDS dari tahun 2006 – 2010.

x

Hi!
I'm Katy

Would you like to get a custom essay? How about receiving a customized one?

Check it out